SELAMAT JALAN SAHABAT TERBAIKKU
Minggu 14 juni 2015,adalah hari yang sangat menyedihkan. dan akan menjadi hari yang tidak pernah aku lupakan.tepatnya setelah aku mendengar berita tentang kepergianmu sahabat.di hari itu aku mendengar tentang kepergianmu melalui telpon mini genggam milikku.aku tak menyangka dan tak mengira kamu pergi begitu cepat meninggalkan aku,orang tua mu dan semua orang yang sayang kepadamu di sini.saat ini aku merasa kehilangan besar,hati ku risau tak karuan yang membuat mata ini tak berhenti minitikkan air mata ,mulut yang seakan bisu yang tak bisa berkata apa-apa,tangan yang gemeteran tidak karuan,badan yang menggigil seakan tak bisa menerima kenyataan pahit ini.
Masih tergambar jelas wajahmu di mataku,senyum mu ,dan juga kenangan indah kita di masa lalu,bagiku kamu bukanlah cuma sebatas teman satu sekolah SMA saja,bukan juga kawan satu kelas di SMA,tapi dirimu telah jauh berada di sini ingatan dan di hatiku.awalnya memang biasa saja,tapi lama-kelamaan hadirmu selalu ku nantikan di kelas.memang pada masa itu aku masih terlalu kaku dan takut untuk mengakui kalau aku sangat tertarik kepadamu.senyummulah seakan telah menjadi radar hatiku untuk mengetahui keberadaanmu.sejak menyadari itu aku berusaha untuk selalu ada di lembaran hari-harimu berupaya untuk sekedar memberi coretan kecil sebelum kamu hapus lagi nantinya.aku berupaya dengan segala cara,mulai menulis surat humor yang sebenarnya ada maksud terselubung kepadamu.surat itu bagai agen yang bertugas menyampaikan misi kepadamu,tapi sudah ku duga kamu cuma melihat dari sisi humornya saja,ya sudah tak apa.aku masih banyak memiliki cara.aku coba mencari nomor hpmu,aku coba selalu hadir di setiap kegiatanmu,mulai dari percakapan tugas smpai akhirnya mulai lah aku masukkan gombalan-gombalan kecil untuk sekedar mencari perhatianmu.
Lama kelaman aku sudah nyaman dengan mu,dengan kita,tapi ada satu masalah lagi yang belum terselesaikan ternyata kamu sudah dimiliki orang lain,hatimu telah di gembok orang lain sehingga aku sulit menemukan kunci yang pas untuk membukanya.mungkin masalahnya juga bukan sebatas itu tapi kita berdua tenyata juga memiliki suku yang sama.
akhirnya aku sadar kalau dirinya lah yang lebih pantas untuk dirimu,aku bukan menyerah atau piun aku pasrah tapi kenyataannya memang begitu.
setelah tamat SMA aku tak lagi bertemu denganmu,hanya saja aku mendengar dirimu lulus di salah satu PTN di padang,dengan jurusan administrasi pendidikan .sedangkan aku terdampar di serambi mekah Aceh.jarak memisahkan kita ,waktu juga tak mendukung kita untuk sekedar tegur sapa dan bertatap muka.
setelah hampir setahun berlalu, hatiku masih sama masih seperti dulu bedanya aku cuma menunggu kesempatan datang kepadaku.seiring jarum di lingkaran jam berputar aku pun mulai merelakan dirimu dan mengagap kamu sebagai sahabatku.
aku tak mengira ternyata pertemuan itu menjadi pertemuan kita yang terakhir.sekarang kamu pergi meningalkan aku dan semua orang yang ada di sekelilingmu.aku shock terkejut panik,dan tak menyangka kalau kamu berakhir secepat ini .perasaan itulah yang seakan menyuruhku untuk menuangkannya dalam tulisan ini.
Allah memang yang menentukan kapan kita di lahirkan dan kapan kita akan kembali.kita memang berjalan di rel masing-masing yang telah di tentukan.bagaimanapun kami yang kamu tinggalkan berusaha ikhlas menerima kenyataan ini.sembari kami berdo'a menyebut nama Allah sebagai cahaya di dunia barumu sekarang.selamat jalan sahabat terbaikku ma'afkan kesalahanku kepadamu,kesalahan kami semua terhadapmu ,kami semua di sini telah lebih dulu mema'afkanmu. semoga tuhan telah membuat rencana terbaik dan menempatkanmu di tempat terindah.
kami semua sayang kepadamu EKA SOFIADITA
Selamat Jalan Sahabat terbaik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar